Anak Hanya Punya Sekali Kesempatan Emas
8/9/2011
Anak yang sehat dan cerdas merupakan harapan setiap orangtua. Merekapun tumpuan negara. Masa depan bangsa ada di tangan mereka.Nah, kunci menumbuhkan anak yang cerdas ada pada perkembangan otak. Kata dr Ahmad Suryawan SpA(K), ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja RSUD dr Soetomo/FK Unair Surabaya, karena otak bertumbuh sejal dalam kandungan, cikal bakalnya harus baik dulu.
"Saat hamil, Ibu harus sehat. tidak kekurangan gizi, tidak stres, agar tidak mengganggu perkembangan otak janin," ujar pria yang akrab disapa dokter Wawan tersebut. Begitu bayi lahir ke dunia, usia 0 - 2 tahun adalah masa yang krusial. Sebab, saat itu otak berkembang sangat pesat, volumenya mencapai hingga 80% dari volume otak dewasa. Itulah yang disebut sebagi golden period atau masa emas pertumbuhan. Golden period adalah masa paling penting bagi pembentukkan pengetahuan dan perilaku anak.
Periode tersebut hanya terjadi sekali seumur hidup anak. Jika terjadi penyimpangan tumbuh kembang di periode itu, anak mengalami gangguan tumbuh kembang yang sulit disembuhkan. bahkan, bisa terjadi kecacatan permanen seumur hidup. "Begitu ada yang salah, tidak bisa dikembalikan lagi," ujar Wawan.
Gangguan tumbuh kembang sejatinya dapat dicegah atau paling tidak diminimalkan. Syaratnya, orangtua - terutama Ibu - membekali diri dengan pengetahuan yang cukup mengenai tahap kemampuan anak sesuai dengan usia.
Dilanjutkan, otak berkembang sesuai dengan pertambahan usia. Adanya gangguan pada setiap tahap perkembangan akan mengganggu perkembangan di tahap selanjutnya. Wawan mencontohkan, ketika orangtua mengharapkan anak bisa menulis pada usia 4 tahun , anak seharusnya sudah dapat memegang pensil. untuk bisa memegang pensil di usia itu, artinya saat usia 6 - 8 bulan, anak-anak telah bisa melakukan gerakan menjimpit.
(Info selanjutnya, silakan dibaca di: http://tinyurl.com/Sekali-Kesempatan-Emas-1 dan http://tinyurl.com/Sekali-Kesempatan-Emas-2 )