Lansia Rentan Jatuh, Ahli Ingatkan Pentingnya Nutrisi dan Olahraga
Seiring bertambahnya usia, lansia mulai kehilangan kemampuan menangkal radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Kondisi ini tentu akan memengaruhi aktivitas lansia sehari-hari. Lansia juga mengalami kerentanan, salah satunya rentan terkena penyakit tak menular dan rentan massa otot sehingga rentan terjatuh.
“Pentingnya nutrisi harian dan olahraga yang tepat sehingga para lansia dapat terus aktif dan sehat. Nutrisi yang tepat, terutama pada usia lanjut, membantu pemeliharaan kesehatan dan mengurangi kemungkinan timbulnya penyakit kronis, memberikan kontribusi terhadap vitalitas dalam aktivitas sehari-hari, energi, dan suasana hati, serta membantu mempertahankan kemandirian fungsional,” kata Business Unit Coordinator General Adult Nutrition KALBE Nutritionals Boy Sinaga, dalam webinar baru-baru ini.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengajak masyarakat memberi perhatian khusus pada peningkatan jumlah penduduk lansia di Indonesia. Dalam waktu hampir lima dekade, persentase lansia Indonesia meningkat sekitar dua kali lipat (1971-2020), yakni menjadi 9,92 persen (26 juta-an) di mana lansia perempuan sekitar satu persen lebih banyak dibandingkan lansia laki-laki (10,43 persen berbanding 9,42 persen).
“Dibutuhkan perhatian yang cukup tinggi dari seluruh elemen masyarakat terkait hal ini, karena lansia cenderung membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar mereka, mengingat hidup mereka lebih berisiko, bahkan cenderung termarginalkan,” ungkap Dante.
Dokter Penyakit Dalam dan Konsultan Geriatri dr. Lazuardhi Dwipa, SpPD-KGER, mengatakan nutrisi yang tepat akan berdampak besar pada kesehatan fisik dan kesejahteraan para lansia. Banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa kebutuhan nutrisi berbeda-beda tergantung usia seseorang. Seperti halnya balita yang memiliki kebutuhan makanan yang berbeda dengan remaja, kebutuhan gizi untuk lansia pun berbeda dengan kebutuhan orang dewasa yang lebih muda.
“Makan sehat bagi lansia tidak hanya berkontribusi pada kesehatan fisik, tetapi juga memiliki pengaruh besar pada memori dan fungsi mental. Inilah mengapa nutrisi untuk lansia sangat penting dan bagaimana memastikan lansia menerima nutrisi yang cukup,” kata dr. Lazuardhi.
Ia mengingatkan bahwa pada kelompok usia geriatri terdapat risiko terjadi kerentaan/kerapuhan. Menurutnya, kerentaan merupakan proses yang sejalan dengan menurunnya kapasitas fungsi tubuh pada proses menua.
Ciri Kerentanan Pada Lansia
1. Lemah Otot
Kelemahan otot rangka (sarkopenia). Penting juga dilakukan program pencegahan jatuh, suplementasi vitamin D, dan penyakit menahun dikelola dengan baik, serta mencegah efek tidak baik banyaknya obat (polifarmasi).
2. Lelah
Merasa lelah sepanjang waktu (depresi), banyak penyakit menahun (>2 tahun), terdapat penurunan performa fisik.
3. Malnutrisi
Tata laksana untuk mengatasi kerentaan pada kelompok geriatri adalah memastikan asupan kalori dan protein cukup dan suplementasi gizi bila diperlukan, olahraga penguatan otot dan stamina, serta kelenturan.
Manfaat Nutrisi dan Olahraga
Nutrisi harian penting untuk lansia agar bisa menangkal radikal bebas, mendukung fungsi organ agar dapat bekerja dengan optimal, membantu menjaga massa otot, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh. Untuk ini, lansia bisa memilih makanan dengan kandungan protein, serat, antioksidan, vitamin, mineral, Omega 3 dan Omega 6. Serta jangan lupa untuk menjaga asupan nutrisi yang rendah laktosa agar tidak mengganggu kondisi pencernaan dan juga rendah gula.
Buah zaitun juga mengandung antioksidan dan anti inflamasi alami, meningkatkan kesehatan kulit dan memperlambat penuaan, mencegah kanker, mendukung kesehatan tulang dan melawan osteoporosis, membantu menjaga kesehatan kardiovaskuler, membantu menjaga kelancaran peredaran darah, menangkal radikal bebas, dan memperlambat proses penuaan dini.
Selain pentingnya asupan nutrisi, hal lain yang perlu diperhatikan untuk menjaga lansia tetap sehat adalah dengan memperhatikan aktivitasnya. Bertambahnya usia memang tak terelakkan dan membuat terjadinya perlambatan pada mobilitas lansia.
Menurut Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dr. Antonius Andi Kurniawan, SpKO, olahraga merupakan salah satu pelengkap di samping dari nutrisi untuk lansia agar mereka bisa tetap aktif dan fit sehari-hari. Meskipun ada kekhawatiran seputar lansia yang berolahraga, manfaat kesehatan dari gaya hidup aktif jauh lebih besar daripada risikonya.
“Memang benar bahwa lansia mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dan pulih dari cedera, tetapi lansia disarankan untuk melakukan olahraga intensitas ringan agar mereka tetap kuat dan aktif. Lansia memerlukan 30 menit setiap hari untuk melakukan olahraga, dimana kombinasi gerakannya bisa untuk fleksibilitas, kardio, kekuatan otot dan keseimbangan,” ungkap dr. Andi.
Sumber : https://www.jawapos.com