Berat Badan Anak Susah Naik, Apa Penyebabnya?
Setiap orang tua, apalagi orang tua baru, tentu perlu memantau kenaikan berat badan anak. Bila ada penurunan sedikit—padahal anak sudah makan tiga kali dalam sehari, banyak orang tua yang khawatir. Takut anak mengalami sesuatu.
Berat badan memang merupakan alat ukur yang mudah untuk menilai perkembangkan anak. Namun, berat badan bukan satu-satunya indikator anak sehat.
Maksudnya, kurus tak selalu berarti anak sedang menderita sakit tertentu. Sebaliknya, anak gemuk belum tentu sehat. Inilah yang perlu diperhatikan orang tua yang sering menuntut anak makan banyak supaya gemuk.
Meski demikian, Anda tetap harus waspada bila berat badan yang susah naik terjadi bersama keluhan lain –seperti demam, mual, dan muntah pada anak. Hal ini mungkin saja terjadi karena penyakit tertentu.
Berikut beberapa hal yang menyebabkan berat badan pada anak sulit naik:
1. Genetik
Jangan berharap anak mempunyai badan gemuk, apabila Anda dan pasangan mempunyai badan kurus. Sebelum memaksa anak untuk makan lebih dari tiga kali dalam sehari, Anda perlu memperhatikan faktor genetik terlebih dahulu. Berat badan anak bisa jadi sulit naik karena faktor genetik.
2. Tidak mengonsumsi cukup kalori
Alasan lain berat badan anak sulit naik yaitu tidak mengonsumsi cukup kalori atau tidak mengonsumsi kombinasi protein, lemak, dan karbohidrat secara tepat. Di samping itu, anak yang aktif membutuhkan kalori dan protein yang besar. Jadi, untuk menentukan jumlah kalori yang sesuai dengan kebutuhan anak, Anda memerlukan bantuan dokter spesialis gizi.
3. Tidak menyerap nutrisi dalam jumlah cukup
Nutrisi yang tidak terserap secara maksimal dapat menyebabkan berat badan anak sulit naik. Hal ini dapat terjadi karena beberapa hal, yaitu suatu penyakit yang mendasari (crohn disease atau celiac disease), gangguan sekresi enzim pankreas, konsumsi obat tertentu, atau penyakit infeksi yang telah lama terjadi (seperti TBC atau kanker).
4. Membutuhkan kalori yang lebih tinggi dari biasanya
Seperti yang sudah dibahas, kebutuhan kalori masing-masing anak berbeda. Anak yang aktif membutuhkan kalori lebih banyak, dibandingkan anak yang kurang aktif.
Jika kalori yang diberikan tidak sesuai, maka tubuh anak akan membakar lemak untuk menjadi energi. Hal ini yang membuat berat badan tidak kunjung meningkat.
Saat berat badan anak tidak meningkat, ada banyak dampak yang akan terjadi. Dampak yang muncul pada anak dengan berat badan rendah, yaitu kecerdasan menurun, lebih mudah terkena penyakit infeksi karena daya tahan tubuh yang rendah, kurang gizi, dan dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.
Jika berat badan yang susah naik terjadi bersama keluhan lain—seperti demam, mual, dan muntah, maka Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter. Penyebab dari berat badan anak sulit naik bisa jadi bukan karena anak terlalu aktif, melainkan karena suatu penyakit.
Jika tidak segera ditangani, hal ini dapat menyebabkan dampak serius. Untuk itu, Anda perlu selalu memastikan, apakah berat badan anak yang susah naik merupakan sesuatu yang normal atau tidak?
[BA/ RH]