30 April 2018

Kenaikan Berat Badan yang Normal Pada Ibu Hamil

Oleh dr. Reza Fahlevi

Nutrisi selama kehamilan merupakan hal yang sangat penting. Perumbuhan dan perkembangan janin sangat dipengaruhi oleh nutrisi selama kehamilan, baik makronutrien maupun mikronutrien. Oleh sebab itu, wajar bagi ibu hamil jika mengalami kenaikan berat badan.

Kenaikan berat badan selama kehamilan tentunya memiliki rentang batas tertentu. Sebab kenaikan berat badan selama kehamilan memberikan dampak kesehatan bagi bayi.

Apa yang menyebabkan berat badan meningkat selama kehamilan?

Selama kehamilan, kenaikan berat badan tidak hanya terjadi karena pertambahan berat badan janin. Berbagai hal berkontribusi terhadap peningkatan berat badan pada ibu hamil, seperti pertambahan ukuran rahim, plasenta, tali pusat, dan air ketuban.

Selain itu, selama kehamilan terjadi pertambahan ukuran payudara dan ukuran panggul, sehingga berat badan ibu bertambah secara signifikan. Penimbunan lemak pada tubuh ibu hamil juga merupakan suatu cadangan nutrisi ibu selama masa menyusui setelah bayi lahir nantinya.

Berapa banyak kenaikan berat badan yang harus Anda dapatkan selama kehamilan?

Kenaikan berat badan yang direkomendasikan tergantung pada kesehatan dan indeks masa tubuh Anda sebelum hamil. Jika berat badan Anda sebelum hamil termasuk dalam batas normal, kenaikan berat badan normal Anda saat hamil adalah sekitar 8–14 kilogram.

Namun jika Anda memiliki berat badan kurang sebelum kehamilan, Anda harus meningkatkan berat badan lebih banyak dari wanita normal. Sebaliknya, jika berat badan sebelum hamil berlebih, Anda harus mendapat penambahan berat badan lebih sedikit dari wanita normal.

Apa dampak kenaikan berat badan yang terlalu banyak selama kehamilan?

Kelebihan berat badan dan obesitas pada wanita meningkatkan risiko beberapa masalah pada kehamilan, termasuk diabetes gestasional (peningkatan gula darah selama kehamilan), peningkatan tekanan darah, preeklamsia (peningkatan tekanan darah disertai keluarnya protein berlebih pada urine), kelahiran prematur, dan melahirkan sesar.

Bayi dari ibu yang kelebihan berat badan juga cenderung memiliki masalah tertentu, seperti cacat lahir, berat badan berlebih, dan obesitas selama masa kecil.

Apa dampak kenaikan berat badan yang terlalu sedikit terhadap kehamilan?

Kenaikan berat badan yang teralu sedikit selama kehamilan juga menimbulkan berbagai masalah terhadap janin, seperti terhambatnya petumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan. Akibatnya, bayi akan lahir dengan berat badan lahir yang rendah.

Kekurangan nutrisi selama kehamilan juga dapat menyebabkan anemia dan defisiensi mikronutrien lain. Hal ini dapat mencetuskan berbagai kelainan dan kecatatan pada bayi. Selain itu, cadangan nutrisi Ibu selama masa menyusui juga akan kekurangan jika kenaikan berat badan selama kehamilan tidak optimal.

Bagaimana cara menjaga nutrisi selama kehamilan?

Selama kehamilan, menjaga terpenuhnya kebutuhan nutrisi sangatlah penting. Sedapat mungkin ibu hamil sebaiknya menjaga pola makan seimbang yang terdiri dari karbohidrat 50–60%, lemak 20–30%, dan protein 15–20% dari total kalori yang dikonsumsi.

Menjaga kecukupan vitamin serta mineral dengan mengonsumsi sayur dan buah juga penting. Selain itu, ibu hamil dianjurkan pula mengonsumsi suplemen selama kehamilan yang berisi zat besi, asam folat, kalsium, vitamin D, serta berbagai vitamin dan mineral lainnya untuk menjaga pemenuhan mikronutrien selama kehamilan.

Meminum susu khusus untuk kehamilan walaupun bukan merupakan suatu keharusan juga termasuk penting. Karena susu khusus kehamilan mengandung makronutrien dan mikronutrien yang diperlukan oleh ibu hamil.

Jagalah pemenuhan kebutuhan nutrisi Anda dengan baik selama masa kehamilan agar kenaikan berat badan Anda tetap optimal. Bagi para ibu hamil tak perlu khawatir saat berat badan naik secara drastis. Karena hal tersebut merupakan hal yang wajar. Hal yang terpenting adalah kesehatan ibu hamil dan janin tetap terjaga.

 

[NP/ RH]