17 Desember 2019

Mau Sehat dan Awet Muda? Perhatikan Gula!

Oleh dr. Sara Elise Wijono

Gaya hidup manusia modern saat ini banyak menggunakan gula tambahan dalam makanan mereka. Gula tambahan ini banyak ditemukan dalam minuman bersoda, kue, permen, dan es krim. Diperkirakan, kurang lebih setengah dari konsumsi gula berasal dari minuman, termasuk kopi dan teh.

Padahal, gula yang berlebihan kerap menimbulkan masalah kesehatan. Tak hanya membuat berat badan semakin bertambah, terlalu banyak gula dapat membuat Anda tampak lebih tua. Apa lagi masalah kesehatan yang dapat timbul karena kebanyakan gula?

  • Penambahan berat badan

Konsumsi gula berlebihan, terutama dalam minuman manis, turut berkontribusi menyebabkan penambahan berat badan. Hal ini disebabkan minuman manis memengaruhi pengaturan kontrol nafsu makan Anda.

Minuman manis dapat berkontribusi meningkatkan rasa lapar atau menurunkan rasa kenyang. Akibatnya, walaupun sudah mengonsumsi minuman manis yang penuh dengan kalori, Anda tetap menginginkan konsumsi makanan padat. Tak heran bila kebiasaan ini menyebabkan kegemukan.

  • Picu timbulnya penyakit

Gula serta kelebihan berat badan turut berperan dalam timbulnya penyakit, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Berdasarkan penelitian, mereka yang mengonsumsi ¼ atau lebih jumlah kalori hariannya dalam bentuk gula berisiko terhadap kematian akibat penyakit jantung dua kali lipat dibandingkan mereka yang mengonsumsi kurang dari 10 persen kalori harian dalam bentuk gula.

Hati dapat memecah gula dan mengubahnya menjadi lemak. Jika lemak menumpuk terus-menerus dapat muncul kondisi perlemakan hati, yang dapat berkontribusi pada munculnya diabetes. Selain itu, lemak yang dihasilkan dapat masuk ke aliran darah, sehingga menumpuk dan menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah.

  • Gula dapat memengaruhi otak

Studi menunjukkan, gula mungkin memengaruhi otak Anda. Menurut penelitian, mereka yang rutin mengonsumsi soft drink serta jus buah dengan tambahan gula memiliki volume otak yang lebih kecil dan fungsi memori yang lebih buruk.

Bahkan, mereka yang mengonsumsi dua minuman manis per hari ditemukan memiliki penuaan otak lebih dibanding mereka yang tidak mengonsumsi minuman tersebut.

  • Penuaan pada kulit

Tak hanya pada otak, gula juga dapat menyebabkan penuaan pada kulit Anda. Gula yang Anda konsumsi akan dicerna dan masuk ke dalam pembuluh darah, lalu dapat menempel pada protein. Kombinasi tersebut menyebabkan kurangnya elastisitas kulit dan penuaan dini. Akibatnya, kulit dapat tampak kendur dan berkeriput.

  • Pengaruhi sistem kekebalan tubuh

Salah satu efek buruk lain dari gula adalah memengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia. Beberapa jenis patogen, seperti bakteri dan jamur, memerlukan gula sebagai sumber makanan. Gula yang berlebihan dalam tubuh dapat menyebabkan patogen ini berkembang dengan subur. Anda pun lebih mudah terkena infeksi.

Beberapa organisasi sudah merekomendasikan batas konsumsi gula setiap harinya. Menurut National Cancer Institute, orang dewasa dapat mengonsumsi kurang lebih 24 sdt (sendok teh) gula per hari.

Sementara itu, American Heart Association menganjurkan untuk membatasi konsumsi gula sebanyak 9 sdt per hari (kurang lebih 36 gram gula, setara 150 kalori). Dan, National Health Service menyarankan konsumsi gula tidak lebih dari 30 gram gula per hari.

Jadi, ingin lebih sehat dan awet muda? Batasilah mengonsumsi gula sesuai anjuran di atas. Bila ingin makanan tetap manis, Anda bisa mengganti gula dengan pemanis alami, seperti madu.

[HNS/ RH]

 

Sumber:

https://www.health.harvard.edu/heart-health/the-sweet-danger-of-sugar

https://www.atkins.com/how-it-works/library/articles/10-ways-sugar-harms-your-health

https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/how-does-sugar-in-our-diet-affect-our-health/

http://www.bbc.com/future/story/20180918-is-sugar-really-bad-for-you