16 Juli 2019

Membedakan Anak Aktif dan Hiperaktif, Ini Kiatnya

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc Hons

Anak aktif yang seolah memiliki energi yang tidak ada habis-habisnya adalah hal yang normal. Namun, Anda patut curiga bila hal ini membuat Anda sebagai orang tua kesulitan untuk mengontrol aktivitas dan reaksinya terhadap hal di sekitar. Kondisi ini bisa jadi salah satu gejala hiperaktif atau disebut attention deficient and hyperactivity disorder (ADHD).

ADHD atau attention deficient and hyperactivity disorder adalah suatu kelainan yang mencakup kondisi psikologis dan biologis. Kelainan ini turut memengaruhi kemampuan sang anak untuk fokus.

Mendiagnosis anak hiperaktif bukanlah berdasarkan perilaku yang sangat aktif saja. Biasanya, anak yang hiperaktif –selain sangat aktif– juga memiliki masalah terhadap hal tertentu, seperti tidak dapat bersosialisasi dengan baik.

Berikut beberapa gejala dari ADHD:

  • Saat bayi
    Beberapa gejala yang umum muncul adalah bayi sensitif terhadap suara dan cahaya, sering menangis, suka menjerit, sulit tidur. Gejala lainnya adalah sulit minum ASI dan tidak senang jika digendong.

  • Saat usia anak-anak
    Saat memasuki usia lebih besar, gejala yang muncul lebih beragam. Mulai dari anak yang selalu aktif, mudah merasa bosan, tampak canggung atau gelisah, sering mengalami kecelakaan seperti jatuh atau terbentur, dan lebih berisik dibandingkan anak sebaya.

    Selain itu, anak mudah marah, susah fokus atau berkonsentrasi terhadap detail, nafsu makan buruk, pergerakan mata dan tangan tidak baik, suka menyakiti diri sendiri, sulit tidur, dan terlihat tidak mendengarkan ketika diajak bicara.

    Gejala lainnya adalah sering kehilangan barang, perhatian mudah terganggu, sering mengetuk tangan atau kaki, berlari saat waktu yang tidak tepat, dan sering mengganggu orang lain.

 

Meski demikian, jika Anda memiliki anak dengan gejala di atas belum dapat dipastikan bahwa anak Anda hiperaktif. Untuk mendiagnosis anak dengan ADHD, dokter biasanya menggunakan pedoman Diagnostik dan Statistik Manual. Biasanya, seorang anak harus memiliki gejala minimal 6 bulan. Gejala juga harus muncul pada situasi yang berbeda-beda.

Perbedaan utama anak aktif dan hiperaktif adalah pada respons yang diberikan. Anak yang aktif masih bisa memberikan respons terhadap intervensi perilaku, sementara anak hiperaktif minim sekali dalam memberikan respons. Anda sebaiknya berkonsultasi kepada dokter jika punya anak yang sangat aktif dan memiliki gejala di atas. 


Penyebab anak hiperaktif

Hingga kini, penyebab dari ADHD masih belum diketahui. Namun, ADHD dipercaya disebabkan oleh dua faktor, yaitu genetik dan lingkungan, seperti: 

  • Merokok atau mengonsumsi alkohol saat hamil
  • Ibu yang terekspos substansi beracun dari lingkungan sekitar
  • Kelahiran prematur
  • Berat badan lahir rendah
  • Mengacuhkan anak, penyiksaan anak
  • Bahan kimia yang ada di makanan, seperti pewarna makanan
  • Kurangnya deteksi dini

 

Kondisi ADHD sulit untuk disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi gejala agar sang anak dapat beradaptasi terhadap kehidupan sosial. Kesabaran orang tua adalah kunci dalam pengobatan sang anak.

 Pengobatan terhadap ADHD terdiri dari beberapa terapi, seperti:

  • Terapi obat-obatan
    Obat-obatan dapat membantu mengendalikan gejala dari anak yang hiperaktif. Obat-obatan yang digunakan termasuk obat golongan methylphenidate, dexamfetamine, lisdexamfetamine, dan atomoxetine.

  • Terapi psikologis
    Terapi psikologis termasuk psiko-edukasi, terapi perilaku, sosial, dan kognitif. Terapi ini sangat membantu sang anak untuk menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

  • Diet dan nutrisi
    Anak dengan ADHD harus mengonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi dan seimbang. Sebaiknya, anak ADHD menghindari makanan cepat saji dan mengandung pengawet serta pewarna buatan.

 

Bukan hal yang mudah untuk membedakan anak aktif dan hiperaktif. Untuk itu, sebaiknya Anda minta bantuan dokter atau psikologi. Penanganan pun akan diberikan sesuai kebutuhan dan kondisi anak Anda.

 

[HNS/ RH]

 

Sumber:
https://oregon.providence.org/forms-and-information/a/ask-an-expert-active-or-adhd-whats-the-difference/
https://strategicpsychology.com.au/the-difference-between-adhd-and-an-active-child/