30 April 2018

Penyebab Nyeri Sendi di Usia Muda

Oleh dr. Sara Elise Wijono, M.Res

Nyeri sendi sering kali disebabkan oleh artritis. Artritis adalah peradangan atau degenerasi struktur sendi yang disertai dengan rasa sakit, pembengkakan, kekakuan, dan keterbatasan gerak.

Gejala yang sering timbul pada artritis adalah nyeri, kaku, pembengakakan, tampak kemerahan, dan panas pada sendi. Tak hanya dapat dialami oleh orang tua, nyeri sendi juga dapat dirasakan oleh usia muda (dewasa muda).

Pada usia muda, diagnosis yang sering kali diberikan adalah juvenile idiopathic arthritis (JIA). Berdasarkan namanya, JIA artinya artritis yang tidak diketahui penyebabnya dan menyerang populasi usia muda (umumnya di bawah usia 16 tahun).

Gejala penyakit ini yang umum dialami adalah kaku pada sendi, pembengkakan sendi, nyeri pada sendi, serta terasa sakit apabila sendi disentuh. Sendi yang terkena bisa pada satu sisi saja atau kedua sisi tubuh. Kondisi ini juga bisa berdampak baik pada sendi yang kecil ataupun yang besar pada tubuh. Penyakit JIA ada beberapa jenis, sehingga gejala-gejala yang dirasakan dapat berbeda-beda bagi setiap orang.

Untuk membantu diagnosis penyakit ini, diperlukan pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh oleh dokter. Selain itu, ada kemungkinan diperlukan juga beberapa pemeriksaan penunjang seperti rheumatoid factor (RF), antinuclear antibodies (ANA), anticyclic citrullinated peptide antibody (anti-CCP), dan tes HLA-B27.

Jika hasil pemeriksaan menyebutkan bahwa Anda terbukti terkena penyakit JIA, ada beberapa pengobatan yang dapat diberikan untuk membantu mengatasi penyakit ini.

Pertama, Anda akan diberikan obat untuk memperlambat perkembangan dari penyakit JIA, yang biasanya berupa obat jenis metrotrexate. Kedua, Anda juga dapat diberikan suntikan kortikosteroid dalam sendi. Ketiga, Anda akan menerima obat OAINS (obat antiinflamasi nonsteroid). Sayangnya, pada 50-70 persen penderita akan terjadi remisi penyakit, yaitu sembuh sementara di bawah pengaruh obat-obatan.

Hal lain yang mungkin terjadi adalah patellofemoral pain syndrome (sindrom nyeri tempurung lutut atau dikenal juga sebagai runner’s knee). Keadaan ini umumnya berupa nyeri pada sendi lutut. Nyeri pada sendi lutut sering dikeluhkan pada usia muda. Diperkirakan 1 dari 3 orang berusia muda pernah mengeluhkan nyeri lutut.

Nyeri yang dirasakan dapat menjadi semakin buruk dengan beragam aktivitas seperti berlari atau menaiki tangga. Sering kali, penderita menjadi sulit berjongkok atau berlutut.

Gejala lain yang mungkin timbul adalah krepitasi (crepitus), yaitu sensasi garukan, menggiling, atau bunyi “klik” pada sendi lutut. Hal ini disebabkan karena perubahan pada permukaan tulang rawan sendi. Krepitasi sering kali muncul saat Anda menggerakkan sendi lutut (seperti saat membengkokkan atau meluruskan lutut) dan tidak menimbulkan nyeri.

Patellofemoral pain syndrome diperkirakan disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor, seperti kelemahan atau ketidakseimbangan otot paha atau bokong, kumpulan pada otot paha bagian belakang (hamstring) yang kaku, ligamen yang pendek pada area tempurung lutut, dan masalah dalam pusat beban tubuh dan kesejajaran kaki.

Umumnya, keadaan ini tidak memerlukan pengobatan khusus dan pada banyak kasus dapat membaik dengan sendirinya. Patellofemoral pain syndrome tidak mengakibatkan timbulnya artritis di masa depan. Jika nyeri dirasa sangat mengganggu, umumnya disarankan untuk meredakannya dengan konsumsi painkiller.

Olahraga, terutama yang menargetkan otot paha, sangat disarankan untuk mencegah dan mengatasi kondisi ini. Otot paha yang kuat akan membantu meringankan beban pada sendi lutut.

Olahraga yang disarankan adalah berenang atau squat. Olahraga yang memberi beban berat pada sendi lutut, seperti berlari atau sepak bola, sebaiknya dihindari terutama jika menambah keluhan nyeri.

Meskipun nyeri sendi lutut lebih sering dikeluhkan oleh orang tua, tetapi keadaan ini juga bisa dialami oleh usia muda. Jika Anda mengalami nyeri sendiri atau nyeri lutut yang cukup mengganggu, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter. Nantinya, dokter akan membantu mengevaluasi keluhan Anda dan memberikan penatalaksaan yang sesuai. Nyeri yang kerap dirasakan pun pada akhirnya dapat teratasi dengan baik!

 

[RN/ RH]

 

SOURCES:  

https://www.merckmanuals.com/en-ca/professional/pediatrics/juvenile-idiopathic-arthritis/juvenile-idiopathic-arthritis-jia

http://www.healthtalk.org/young-peoples-experiences/arthritis/what-arthritis-and-what-are-early-symptoms