6 April 2018

Posisi Tidur yang Aman Sesuai Trimester Kehamilan

Oleh dr. Andika Widyatama

Untuk menjaga kehamilan agar senantiasa sehat, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan selama hamil. Mulai dari memastikan asupan nutrisi secara cukup, melakukan aktivitas fisik untuk kebugaran, memastikan posisi tidur yang tepat demi mendapatkan tidur yang berkualitas, dan tentunya melakukan kontrol secara rutin ke dokter.

Istirahat yang cukup merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan Anda dan janin yang dikandung. Namun, pada kenyataannya selama masa kehamilan biasanya Anda akan memiliki kesulitan untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.

Salah satu hal yang cukup menantang dari deretan hal yang harus dilakukan adalah posisi tidur yang aman untuk kehamilannya. Setiap trimester kehamilan, posisi tidur harus diperhatikan dengan saksama.

 

Pentingnya memerhatikan posisi tidur ibu hamil

Pada trimester 1 kehamilan, Anda masih bisa tidur dengan posisi terlentang. Namun, seiring berkembangnya usia kehamilan, Anda tidak disarankan untuk tetap mempertahankan tidur dengan posisi ini.

Saat hamil, ukuran rahim yang semakin membesar dapat terus memberi tekanan pada otot punggung, tulang belakang, dan pembuluh darah besar. Hal ini dapat memengaruhi aliran darah dari tubuh ke janin.

Kondisi tersebut juga dapat menekan pembuluh vena cava inferior, yang merupakan vena besar yang berada di sisi kanan tulang belakang, dengan fungsi membawa kembali darah ke jantung dari berbagai organ di bagian bawah dan tengah tubuh.

Tidur dengan posisi terlentang juga dapat mengganggu aliran pembuluh arteri besar (aorta) menuju ke seluruh organ tubuh Anda, termasuk untuk janin dalam kandungan. Bila Anda bertahan lama dengan posisi tidur terlentang, tentu akan mengganggu aliran darah tersebut. Padahal, aliran darah dari ibu ke janin sangat penting bagi perkembangan si janin.

Lebih jauh lagi, tidur dengan posisi terlentang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah, yang akhirnya dapat menimbulkan rasa pusing pada ibu hamil. Bahkan, pada beberapa ibu hal ini dapat menimbulkan tekanan darah tinggi yang bisa menyebabkan timbul kondisi tidur yang mengorok hingga gangguan sleep apnea.

Karena itu, alangkah baiknya bila Anda mulai beradaptasi dengan posisi tidur miring ke kiri sejak trimester 1, seiring dengan bertambah besarnya ukuran rahim.

 

Posisi tidur yang tepat bagi ibu hamil

Faktanya, tidur dengan posisi miring ke kiri memang merupakan posisi tidur terbaik yang dianjurkan selama kehamilan tanpa dipengaruhi masa trimester kehamilan.

Selain aman untuk perkembangan janin di dalam kandungan, tidur miring ke kiri juga dapat mengurangi rasa tidak nyaman karena ukuran perut yang terus membesar. Tidur dengan posisi miring ke kiri juga dapat melancarkan darah kaya nutrisi ke janin.

Untuk menambah kenyamanan tidur dengan posisi miring ke kiri, Anda dapat meletakkan bantal di bawah perut dan di antara kedua lutut. Hal tersebut dapat mencegah Anda berpindah posisi tidur. Anda juga bisa meletakkan bantal di sisi kiri dada untuk mengatasi kesulitan bernapas.

Perlu untuk Anda ketahui, saat hamil naiknya asam lambung ke kerongkongan lebih mungkin terjadi karena pengaruh penekanan rahim pada organ lambung dan area sekitarnya. Untuk mencegah terjadinya hal ini, Anda juga dapat meninggikan bagian kepala dengan menggunakan tambahan bantal sebagai ganjalan.

Anda tidak perlu khawatir bila tidak benar-benar bisa menjalankan kebiasaan tidur dengan posisi miring ke kiri selama kehamilan secara konsisten. Jika sesekali ada perubahan posisi saat tidur, itu merupakan hal yang wajar. Cobalah secara perlahan untuk mengubah posisi tidur dari terlentang ke posisi tidur miring ke kiri dengan melakukan beberapa tip yang disebutkan di atas, seiring dengan terus berkembangnya kehamilan.

Pastikan Anda tidur dengan posisi tidur yang sesuai dengan usia kehamilan, agar mendapatkan istirahan nyaman dan berkualitas. Semoga kehamilan Anda berjalan dengan lancar.

 

[RN/ RH]