Nutrisi Penting Untuk Daya Tahan Tubuh Si Kecil Hadapi New Normal
Agar Si Kecil tetap aktif dan terlindungi daya tahan tubuhnya dari ancaman virus dan bakteri saat nanti kembali ke sekolah atau beraktivitas di luar rumah, Anda perlu perhatikan nutrisinya, terutama makro dan mikro nutrisi.
Makronutrisi seperti karbohidrat, protein, dan lemak, sangat esensial untuk metabolisme energi, pertumbuhan, dan bahan bakar bagi perkembangan sel-sel tubuh. Namun, mikronutrisi seperti vitamin, mineral, dan zat-zat lainnya juga tak boleh luput dari asupan harian untuk meningkatkan imunitas tubuh terhadap penyakit.
Lebih lengkapnya, berikut daftar mikronutrisi penting yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh Si Kecil :
Vitamin C
Vitamin C dapat meningkatkan produksi sel darah putih limfosit dan fagosit yang mampu menangkal infeksi mikroorganisme. Selain itu, vitamin C juga merupakan antioksidan kuat yang dapat mempercepat penyembuhan luka. Sumber vitamin C terdapat pada buah dan sayur, seperti jeruk, kiwi, stroberi jambu merah, brokoli, dan kale.
Vitamin A
Pada vitamin A terkandung senyawa karotenoid bersifat antioksidan untuk lindungi Si Kecil dari penyakit. Sumber vitamin A terbaik ada pada wortel, labu, ubi jalar, semangka, brokoli, hati sapi, dan minyak hati ikan kod.
Vitamin D
Sifat anti-flamasi pada vitamin D berperan saat imun melawan bakteri, virus, serta organisme lainnya yang dapat menyebabkan sakit. Selain dari sinar matahari, vitamin D juga bisa didapatkan dari susu dan telur.
Seng (Zinc)
Seng sangat bermanfaat untuk kekebalan imun tubuh anak dan mempercepat penyembuhan luka. Untuk memperoleh seng, bisa konsumsi tiram, daging merah, telur, keju, dan susu.
Zat Besi
Selain anemia, kekurangan zat besi dapat menyebabkan ia lebih rentan terkena infeksi, seperti flu. Dapatkan zat besi terbaik dari daging merah, lentil, kacang merah, tiram, dan bayam.
Probiotik dan Prebiotik
Probiotik, terutama probiotik bifidobakterium, berfungsi menyeimbangkan bakteri baik di usus agar anak terhindar dari gangguan saluran cerna, seperti diare, muntaber, kolik, hingga disentri. Sedangkan prebiotik adalah ‘makanan’ bagi pertumbuhan probiotik. Sinergi dari gabungan prebiotik dan probiotik disebut sinbiotik. Makanan mengandung sinbiotik dapat secara efektif menyehatkan saluran cerna.
Laktoferin
Laktoferin adalah zat protein pengikat zat besi yang terkandung dalam Air Susu Ibu (ASI). Studi juga menyebutkan laktoferin bersifat antibakteri, antivirus, dan antiinflamasi. Selain itu, laktoferin juga bermanfaat untuk menstimulasi sel imun, memaksimalkan penyerapan zat besi, dan membantu menghilangkan bakteri jahat dan patogen, terutama di saluran cerna anak-anak.
Protein terkandung dalam ASI, seperti laktoferin dan Alfa-Laktalbumin juga terkandung dalam susu. Salah satunya adalah susu Morinaga Platinum MoriCare Zigma dengan Triple Bifidus, yang terdiri dari tiga jenis probiotik (bifidobacterium breve M-16V, bifidobacterium longum BB536 dan bifidobacterium infantis M-63),
Untuk menunjang segala aktivitas harian Si Kecil, Morinaga Platinum sangat membantu memperkuat kesehatan anak. Apalagi, formula terbaru MoriCare Zigma dengan Triple Bifidus dilengkapi dengan vitamin C, zinc, dan vitamin A yang lebih banyak.
Sebab Waktu Tak Bisa Kembali, penting bagi Bunda untuk memperhatikan asupan gizi seimbang pada anak sedari kecil. Terutama, yang dapat memperkuat daya tahan tubuh anak, supaya ia dapat belajar dan bermain lebih gembira dan semangat di masa kecilnya.
Anak sehat, Bunda pun lebih tenang, kan?

